TWS Edifier Neobuds Pro 3 Minggu Pemakaian

Review Edifier Neobuds Pro

Assalamu’alaikum. Pada artikel ini saya akan review TWS Edifier Neobuds Pro setelah 3 Minggu pemakaian saat artikel ini ditulis. Untuk video Unboxing, sudah saya upload ke Youtube, silahkan di tonton ada apa aja didalam paketnya.

Sekarang, saya sedikit bercerita alasan mengapa saya membeli NeoBuds Pro ini. Alasan utamanya adalah karena Noise Cancelling. Setelah melihat berbagai review tentang TWS ini memberikan kesimpulan yang bagus, maka saya pun membelinya.

Desain

Untuk desain nya sendiri saya sangat suka, ukurannya juga pas di telinga, terasa enak saat di gunakan, juga tidak gampang jatuh.

Namun menurut saya, kekurangannya adalah ukuran body nya yang sedikit menonjol keluar. Jadi, jika kita menggunakan ini sambil tiduran menyamping, maka TWS ini akan memberikan tekanan yang lebih kuat untuk masuk kedalam telinga kita, sehingga membuat telinga relatif lebih sakit. Maka TWS ini tidak cocok digunakan sambil tiduran.

Suara

Kualitas Suara yang diberikan untuk TWS ini sangat bagus menurut saya, bersih. Namun jika dibandingkan dengan Headphone dbE DJ200 yang harganya dibawah 400rban, nggak tau kenapa jika membandingkan kedua ini, dbE DJ200 sedikit lebih lembut suaranya dibandingkan dengan Edifier.

Jika TWS ini menggunakan buds yang cocok dengan lubang telinga kita, kita dapat mendengarkan suara yang relatif lebih baik.

Meskipun TWS ini telah memiliki fitur Hi-Res, LDAC, LHDC, sebagai orang awam, saya masih belum tau cara menikmati fitur tersebut.

Active Noice Cancelling

Ini adalah poin utama alasan saya membeli TWS Edifier Neobuds Pro.

Sedikit cerita, saya ingin membeli TWS yang memiliki fitur Noice Cancelling dengan tujuan agar saya dapat fokus bekerja, karena profesi saya adalah seorang Progammer dan lingkungan saya ribut.

Bayangan saya, Noice Cancelling akan memblok atau menghilangkan semua suara dari luar, sehingga tidak ada suara yang kita dengar.

Ketika saya saya menggunakan TWS ini, ternyata tidak seperti apa yang saya bayangkan.

Noice Cancelling nya betul ada, baik dari Passive dan Aktif, juga ada dua mode High dan Low Noice Cancelling, namun itu hanya memblokir suara yang sifatnya rendah saja atau suara yang kecil.

Untuk membayangkan ini saya berikan 3 contoh kasus.

Kasus Pertama

Saya duduk di warung kopi yang terletak di pinggir jalan raja. Di tempat tersebut, dapat saya katakan lingkungannya sangat ribut. Baik sumber suaranya dari kendaraan di jalan raya maupun percakapan orang sekitar saya duduk.

Lalu saya mencoba menggunakan TWS ini dan saya aktifkan fitur ANC dengan mode High Noice Cancelling ataupun Low Noice Cancelling.

Suara diluar menjadi teredam sekitar 40%-50% saja.

Suara orang yang bicara di meja sebelah saya duduk itu masih terdengar, namun kecil.

Suara motor dan mobil dengan knalpot yang agak tinggi, juga masih terdengar walupun kecil.

Namun, ketika saya memutar audio misalnya, maka suara orang yang sedang berbicara seakan-akan lebih teredam, dan saya bisa mendengarkan audio tersebut tanpa terganggu.

Kasus Kedua

TWS ini saya gunakan saat dirumah, dimana didalam rumah ada anak-anak saya yang berusia 3 tahunan yang sedang bermain dan bercanda-canda, ya lumayan ributlah.

Kemudian saya gunakan TWS ini dan suara anak-anak tersebut itu masih tetap kendengaran, kecil, tapi masih mengganggu konsenstrasi saya.

Namun suara yang konstan seperti kipas angin misalnya, itu benar-benar tidak terdengar, walaupun kipas angin saya letakkan sekitar 80cm dari saya duduk.

Kasus Ketiga

Saya berkunjung ke rumah orang tua. Kebetulan rumah orang tua saya di pedesaan. Waktu itu saya menggunakan TWS ini dan saya aktifkan ANC dengan mode High Noice Cancelling.

Saat itu, saya terganggu dengaan suara kresek-kresek di TWS ini. Kemudian saya lepas TWS ini, ternyata di sekitaran saya itu banyak suara Jangkrik. Kemudian saya pakai lagi untuk memastikan suara tersebut berasal dari jangkrik.

Ternyata benar, Mode High Noise Canselling tidak dapat memblokir suara jangkrik. Tetap terdengar, namun suara yang didengar melalui TWS ini berubah seperti kresek-kresek.

Lalu saya ubah mode Low Noise Cancelling dan akhirnya suara jangkrik tidak terdengar lagi.

Kesimpulannya fitur ANC nya

Saya dapat menyimpulkan bahwa Noice Cancelling di TWS ini :

  1. Tidak sepenuhnya memblokir suara, apalagi suara percakapan manusia dan suara yang relatif tinggi. Hanya suara yang bersifat konstant dan rendah dan memiliki aktifitas yang kontinue akan dapat diredam dengan baik.
  2. Jika kena angin yang agak kencang, kita masih dapat mendengarkan derau anginnya, meskipun kecil, namun cukup menggangulah.
  3. Jika ingin benar-benar tidak mendengar suara dari luar/sekitar, maka kita harus aktifkan ANC nya sekaligus mendengarkan audio . Maka TWS ini menurut saya dapat dikatakan meredam hingga 90%-95% suara diluar, karena pendengaran kita udah tertuju di audio yang kita dengar.
  4. Jika anda mencari TWS dengan fitur Noice Cancelling yang benar-benar meredam suara 100% tanpa harus memutar Audio, TWS Edifier Neobuds Pro ini bukanlah pilihan yang tepat. Jadi, silahkan pikir-pikir kembali sesuai dengan kebutuhan anda.

Konektifitas

Untuk menyambungkan TWS ini dengan perangkat kita Smartphone atau Laptop, itu sangat mudah sekali. Cepat tersambung, tanpa pernah ada kendala apapun.

Kecuali, jika baterai TWS sudah hampir habis, saat itu mulai sedikit terganggu. Tapi wajarlah sebagai pertanda bahwa baterai mau habis.

Saya pikir itu ulasan atau review dari saya. Jika teman-teman punya pengalaman yang lebih untuk Noice Cancelling yang benar-benar meredam suara, boleh bagikan infonya ke komentar atau ada saran kritikan lainnya silahkan berkomentar dibawah ini.

Saya ucapkan terima kasih telah berkunjung diwebsite ini.

Baca juga:
> Headphone dbE DJ200 Review Setelah 2 Tahun Pemakaian

Similar Posts