Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget HTML #1

Perbedaan Fuse dan Circuit Breaker Beserta Simbolnya

Perbedaan Fuse dan Circuit Breaker

Apa perbedaan Fuse dan Circuit Breaker? - Pada rangkaian listrik, kita mengeneal dua jenis pengaman rangkaian yaitu Fuse (Sekering) dan Circuit Breaker.

Kedua komponen ini dirancang sebagai perangkat yang sangat sensitif dengan arus dan ditempatkan dijalur arus. 

Jika arus yang melalui komponen ini dibawah batas arus maksimal dari komponen ini, maka komponen ini berfungsi sebagai saklar yang tertutup yang dapat menghantarkan arus.

Ketika arus melebihi batas maksimal dari fuse dan circuit breaker, maka keduanya akan berfungsi sebagai saklar terbuka, sehingga arus tidak mengalir ke rangkaian.

Simbol Fuse dan Circuit Breaker

Perbedaan mendasar antara Fuse dan Circuit Breaker secara umum ada tiga, yaitu:

  1. Fuse jika arus yang melaluinya telah sama atau melebihi arus maksimal fuse, maka Fuse akan putus dan harus diganti. 

    Sedangkan circuit breaker jika arus yang melaluinya telah sama atau melebihi arus yang maksimal dari circuit breaker, maka kontak circuit breaker akan terbuka sehingga seperti posisi saklar terbuka.

    Namun circuit breaker dapat diatur ulang secara manual untuk merubah posisi seperti saklar tertutup atau dapat digunakan berulang kali tanpa harus di ganti.

  2. Fuse pada umumnya digunakan untuk arus-arus yang kecil, sedangkan circuit breaker digunakan pada arus yang tinggi.

  3. Kebanyakan ukuran fisik Fuse lebih kecil daripada Circuit Breaker.

Contoh penggunaan Fuse ada pada sistem audio seperti amplifier baik pada speaker aktif hingga amplifier mobil, stabilizer tegangan, sistem listrik mobil, televisi, radio dan banyak lagi.

Tetapi, seiring dengan majunya teknologi, kini Fuse telah memiliki fitur dapat memutuskan dan menghubungkan rangkaian secara otomatis yang dikenal dengan sekering PolyFuse.

Apa itu PolyFuse?

PolyFuse adalah jenis fuse yang digunakan pada rangkaian elektronik yang dapat putus dan menyambung arus kembali secara otomats.

Selain Polyfuse, nama yang sering digunakan juga adalah polymeric PTC (positive temperature coeffi cient), multiFuse, atau polySwitch.

Cara kerja polyfuse adalah jika polyfuse yang digunakan adalah memiliki batas maksimal arus 2A, dan arus yang melaluinya sama dengan 2A atau lebih, maka fuse secara otomatis terputus. Dan ketika arus dari 2A menurun, maka polyFuse secara otomasi akan terhubung kembali.

Dengan keunggulan ini, polyFuse sudah banyak digunakan pada penrangkat elektonik hingga otomotif sebagai komponen sangat penting untuk pengamanan rangkaian.

Penggunaannya baik dengan arus rendah hingga tinggi untuk mencaga arus berlebih. Contoh penggunaan yang paling umum dari polyFuse adalah pada Arduino.

Apa itu arduino? Anda dapat membaca penjelasannya pada artikel "Apa itu Artduino".

Jika anda seorang yang menyukai arduino atau sedang membuat projek dengannya, ketika anda menghubungkan atau tidak sengaja menghubungkan Power VCC ke GND, maka papan arduino akan mati secara otomatis dan ketika hubungan itu dilepas, arduino akan aktif kembali.

Jika polyfuse ini tidak digunakan, maka ketika anda menghubungkan antara VCC dan GND, bisa jadi mikrokontroller dan komponen laiinya akan rusak hingga terbakar.

Demikianlah penjelasan singkat tentang Fuse dan Circuit Breaker, semoga artikel "Perbedaan Fuse dan Circuit Breaker" dapat menambah wawasan anda pada bidang elektronik dan listrik.

Terima kasih telah berkunjung pada website Chip Piko dan semoga bermanfaat.

Post a Comment for "Perbedaan Fuse dan Circuit Breaker Beserta Simbolnya"