Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Penjelasan, Fungsi, Simbol dan Jenis Kapasitor

Fungsi, Simbol dan Jenis Kapasitor

Fungsi, Simbol dan Jenis Kapasitor  merupakan hal dasar yang mesti anda pelajari. Ini akan digunakan pada aplikasi atau rangkaian elektronik tingkat lanjut.

Kapasitor adalah komponen yang dapat menyimpan muatan listrik. ukuran kemampuan menyimpan muatan ini disebut kapasitansi.

Selain nama kapasitor, nama lain digunakan juga untuk kapasitor yaitu Kondensator.

Beberapa simbol kapasitor yang digunakan pada rangkaian elektronik ditunjukkan pada gambar berikut:

Penjelasan, Fungsi, Simbol dan Jenis Kapasitor
Simbol Kapasitor

Secara aplikasi umum fungsi kapasitor adalah sebagai berikut:

  1. Penyimpan Muatan Listrik
  2. Filter pada power supply
  3. Filter Pada Sinyal Frukuensi
  4. Pelewat tegangan AC (Coupling) dan memblokit tegangan DC
  5. Decoupling saluran listrik
  6. Bypass tegangan AC
  7. Rangkaian Pewaktu
  8. Memori Komputer


A. Jenis-jenis Kapasitor 

Secara umum, kapasitor di pilah jenisnya berdasarkan jenis bahan dielektriknya. beberapa bahan dielektrik kapasitor adalah keramik, mika, plastik film, dan elektrolit.

Namun berdasarkan nilai kapasitor, terbagi atas dua macam kapasitor yaitu tetap dan tidak tetap (variabel).

1. Kapasitor Tetap

Kapasitor tetap artinya kapasitor yang memiliki kapasitansi yang tiak berubah. Biasanya nilai kapasitansi tertera pada badan kapasitor itu sendiri. 

Beberpa jenis yang tergolong dalam kapasitor tetap adalah:

  • Kapasitor Mika
  • Kapasitor Keramik 
  • Kapasitor Tantalum
  • Kapasitor Polimer
  • Kapasitor Milar atau kapasitor Mylar
  • Kapasitor Film
  • Kapasitor Silikon
  • kapasitor Elektrolit.
Kapasitor Mika, keramik, Tantalum, Polimer, Milar, Film, dan Silikon tergolong kedalam "kapasitor non polar". Artinya kapasitor ini tidak memiliki polaritas. Dalam penggunaanya, kaki kapasitor ini dapat dibalik

Sedangkan kapasitor Elektrolit adalah tergolong kedalam "kapasitor polar". Kaki kapasitor memiliki polaritas (+) dan (-). Penggunaannya tidak boleh dibalik.

Umumnya, kapasitor elektrolit disebut juga dengan Elko atau Elco. Ini merupakan singkatan dari Elektrolit Kondensator atau Electrolyte Condensator.

2. Kapasitor Variabel

Kapasitor ini merupakan kapasitor yang nilai kapasitansinya dapat diubah. Ada dua jenis kapasitor variabel ini yaitu:

  • Varco.
  • Trimmer.
Keduanya memiliki prinsip kerja yang sama, namun yang membedakan secara umumnya adalah fisik dari trimmer lebih kecil dari Varco.

B. Bagaimana Kapasitor Menyimpan Muatan Listrik?

Didalam sebuah kapasitor pada dasarnya terdiri atas dua plat konduktor yang disusun secara paralel. Plat induktor ini dipisahkan oleh bahan isolator yang disebut dielectric.

Simbol Kapasitor digambarkan sebagai dua lempengan plat dengan masing-masing plat memiliki kaki, perhatikan gambar diatas.

Sekarang kita beri label pada kedua plat kapasitor tersebut. Sebut saja Plat A dan Plat B.

Ketika kapasitor tidak dihubungkan ke sumber listrik DC atau dalam kondisi netral, kedua plat A dan B  memiliki jumlah elektron bebas yang sama. Sehingga tidak ada tegangan listrik disini.

Ketika kapasitor dihubungkan pada sumber tegangan DC, maka elektron dari sumber tegangan DC negatif akan berpindah ke salah satu plat kondukor, katakanlah ke plat A. Sedangkan elektron yang ada pada plat B akan berpindah ke sumber tegangan DC positif.

Akhirnya, plat B kekurangan Elektron, namun kelebihan proton. Sedangkan Plat A menampung sangat banyak elektron.

Akhirnya, kedua plat tidak lagi memiliki elektron bebas dengan jumlah yang sama, melainkan memiliki elektron dan proton dalam jumlah yang sama.

Dalam hal ini, plat A memiliki muatan listrik negatif dan plat B memiliki muatan listrik positif. Selama itu, tidak ada elektron yang mengalir dari plat A ke plat B karena dibatasi oleh bahan dielektrik.

Jika sumber tegangan DC dilepas dari kapasitor, maka muatan tersebut akan tersimpan dalam waktu yang lama. Lama penyimpanan ini tergantung pada jenis kapasitor.

Berhati-hatilah anda jika menyentuh kapasitor yang memiliki kapasitansi tinggi. Ini akan membuat anda merasakan kejutan listrik yang tinggi dan kuat.


C. Rumus Kapasitor

Kapasitansi sebuah kapasitor di beri label dengan karakter "C". Unit kapasitansi atau satuan kapasitor adalah dengan farad (F).

Farad merupakan nama salah seorang ilmuan yang disebut "Bapak Listrik" dengan nama lengkapnya adalah Michael Faraday.

1 Farad adalah sama dengan jumlah kapasitansi apabila muatan listrik 1 Coulomb disimpan pada plat dengan tegangan 1V.

Untuk mengetahui seberapa besar nilai kapasitansi sebuah kapasitor digunakan rumus:

C = Q / V

V = Q / C

Q = C.V

dengan C adalah kapasitansic Q muatan listrik dan V adalah tegangan.

Namun, kapasitor tidak sering menggunakan unit Farad karena itu nilainya sangat besar. 

Adapun secara umum, nilai kapasitor sering menggunakan unit mikrofarad (uF) dan pikofarad (pF).

1 mirofarad sama dengan seper-sejuta Farad ( 1uF = 1x10-6 F) .

1 pikofarad sama dengan seper-triliun Farad (1pF = 1x10-12 F).


Semoga artikel Penjelasan, Fungsi, Simbol dan Jenis Kapasitor  ini dapat menambah wawasan anda.

Terima kasih telah berkunjung pada website Chip Piko. Semoga bermanfaat.


Sumber:

Post a Comment for "Penjelasan, Fungsi, Simbol dan Jenis Kapasitor "