Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget HTML #1

Jenis-jenis Motor Listrik Untuk Mobil Listrik (Otomotif)

Jenis-jenis Motor Listrik Untuk Mobil Listrik (Otomotif)

Jenis-jenis Motor Listrik Untuk Mobil Listrik - Motor DC bersikat (brush motor) adalah motor listrik yang paling banyak dipakai dalam dunia otomotif. Dalam aplikasi motor AC seperti BLDC juga banyak digunakan.

Motor Listrik terbagi atas dua bagian yaitu Motor DC dan AC. Motor DC terdiri atas Permanent Magnet. Motor AC terbagi atas Motor Permanen magnet Sinkron dan Induksi.

chip piko, Jenis-jenis Motor Listrik Untuk Mobil Listrik (Otomotif)
Jenis Motor Dalam Lingkungan Otomotif (Gambar ini milik Infineon Technology)


Pemilihan motor dalam dunia otomotif banyak digunakan jenis DC Permanen Magnet dan AC Sinkron Permanen Magnet. Alasannya adalah motor jenis tersebut memiliki rasio yang lebih baik dalam hal ukuran (fisik) terhadap daya dan biaya sistem yang lkebih rendah untuk produksi massal. Sedangkan motor dengan eksitasi eksternal memiiki rasio yang lebih jelek.

chip piko, Jenis-jenis Motor Listrik Untuk Mobil Listrik (Otomotif)
Pemilihan Motor Dalam Lingkungan Otomotif (Gambar ini milik Infineon Technology)

Umumnya tegangan listrik yang digunakan pada motor untuk otomotif adalah 12V, sedangkan tegangan 24V biasanya hanya digunakan untuk otomotif berukuran besar seperti truk. Ada juga yang menggunakan tegangan 48V sebagai tegangan mesin sinkron untuk sistem penggerak "Mild Hybrids". 

Motor Stepper hanya banyak digunakan pada penggunaan range daya rendah dan penggerak. Motor DC bersikat (brush) dan Motor Sinkron mencakup penggunaan yang membutuhkan arus dibawah 1A hinnga 100A. Sejumlah motor sinkron bahkan dioperasikan dengan arus hingga 500A.

1. Penggunaan Motor DC Brush Bi-Directional atau Motor DC Dengan Sekat Dua Arah

Motor DC Brush salah satu motor yang banyak digunakan. Salah satu alasan adalah motor ini dapat dioperasikan kedalam dua arah. Adapun beberapa contoh penggunaannya dalam dunia otomotif adalah sebagai berikut:
  • Tutup HVAC (Heating, Ventilation, Air-Conditioning)
  • Kontrol sinar lampu depan
  • Posisi cermin
  • Penguncian pintu
  • Posisi kursi
  • Penutup / Buka jendela
  • Penyeka kaca (Wiper)
  • 4WD Transfer Case
  • Pengontrol Throttle Elektronik
  • Resirkulasi Gas Buang (Knalpot)
  • Pewaktuan Katup Variabel 
  • Putaran angin dan penutup tumble
  • Penutup pengisian resonan (resonant charging)
  • Pengatur Fentilasi Udara
  • Pompa Air Bantu (Auxiliary Water Pump)

2. Penggunaan Motor DC Brush Uni-Directional atau Motor DC Dengan Sekat Searah

  • Kipas HVAC
  • Kipas Pendingin Mesin
  • Penggerak Pintu Geser
  • Pompa Minyak
  • Wiper
 

3. Penggunaan Motor DC Brushless (BLDC) atau motor DC Tanpa Sikat

Motor ini dapat digunakan sebagai alternatif motor DC bersikat, diantaraya:
  • Kipas HVAC
  • Kipas Pendingin Mesin
  • Katup HVAC
  • Pompa untuk Minyak, Air, dan Pelumas.
  • Sunroof
  • Katub berbagai tujuan

4. Penggunaan Motor Stepper

Motor stepper dapat ditemukan terutama pada instrumen layar (display) dan aplikasi kontrol posisi. Beberapa penggunaan motor stepper pada otomotif adalah:

  • leveling lampu depan adaptif
  • Tutup HVAC
  • Kecepatan Idle
  • Pembagian Instrumen

5. Penggunaan Motor Permanent Magnet Synchronous Motors (PMSM / Induksi)

  • Power Steering Listrik
  • Starter / Generator
  • kendaraan listrik traksi utama (xEV)
Sumber: Pelatihan Motor Listrik Infineon Technology

Post a Comment for "Jenis-jenis Motor Listrik Untuk Mobil Listrik (Otomotif)"