Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget HTML #1

Penjelasan Singkat LED

Penjelasan LED – LED (Light Emitting Diode) adalah salah satu jenis dioda yang dapat memancarkan cahaya. LED juga disebut dengan komponen Optoelektronika karena LED merupakan gabungan teknologi optik dan elektronika. Simbol LED dapat di lihat pada gambar (a).

LED akan dapat menyala jika di beri tegangan forward perhatikan pada gambar (b). Dengan kata lain ketika anoda dihubungkan ke tegangan positif (+) dan katoda dihubungkan ke tegangan negatif (-) , maka elektron-elekton bebas wilayah N akan menembus junction dan berekombinasi dengan hole dari wilayah P, perhatikan gambar (c). Karena elektron bebas mempunyai level tenaga yang lebih tinggi dari hole, maka pada peristiwa rekombinasi ini elektron bebas akan membebaskan sejumlah tenaga. Tenaga ini dipancarkan dalam bentuk panas dan cahaya.


Berbeda dengan lampu neon atau lampu pijar yang akan melepaskan cahaya disertai dengan panas yang berlebih, panas pada LED ini relatif lebih rendah karena LED ini terbuat dari bahan-bahan semikonduktor seperti Indium Gallium Nitride (InGaN), Gallium Phosphide (GaP), Alluminium Gallium Arsenide (AlGaAs), dan Alluminium Gallium Indium Phospide (AlGaInP).

Saat ini LED terdiri dari berbagai warna yang dipancarkan, hal ini terjadi karena bahan dasar pembuatan doping P dan N berbeda. Adapun warna yang di hasilkan dari bahan semikonduktor tersebut adalah sebagai berikut:
- Indium Gallium Nitride (InGaN) menghasilkan warna ultraviolet, biru dan hijau.
- Gallium Phosphide (GaP) menghasilkan warna kuning dan hijau.
- Alluminium Gallium Arsenide (AlGaAs) menghasilkan warna merah dan inframerah.
- Alluminium Gallium Indium Phospide (AlGaInP) menghasilkan warna merah, orange dan kuning.
- Bahan semikonduktor di atas adalah bahan-bahan yang umum yang digunakan, namun tidak tertutup kemungkinan berbeda perusahaan menambah bahan-bahan tertentu untuk produksi LED.

Jika teman-teman ingin mencoba menyalakan LED, silahkan teman-teman merangkainya dengan melihat rangkaiannya pada gambar (b). “Peringatan bagi anda pemula : Jangan langsung menghubungkan LED ke sumber tegangan sebelum anda tahu berapa tegangan listrik yang akan di gunakan dan berapa tegangan listrik yang mampu di terima oleh LED. Jika sumber tegangan lebih tinggi dari kemampuan LED, maka LED akan terbakar. Umumnya LED dapat dihubungkan ke sumber tegangan 3V secara langsung, namun jika melebihi dari 3V, silahkan teman-teman gunakan resistor untuk membatasi arus yang masuk ke LED”.

Saya menyediakan video penjelasan LED dasar berikut dan ini di tunjukkan bagi anda pemula yang ingin belajar LED.

Post a Comment for "Penjelasan Singkat LED"