Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Penjelasan Singkat Hukum Ohm

Hukum Ohm – Hukum Ohm adalah hukum yang menyatakan perbandingan antara tegangan, arus dan resistansi. Bunyi hukum ohm adalah sebagai berikut:

Besar arus listrik itu berbanding lurus dengan tegangan dan berbanding terbalik dengan resistansi

Artinya, arus yang melewati suatu rangkaian akan besar jika tegangan listrik yang diberikan adalah besar dan resistansi didalam rangkaian itu kecil. Sebaliknya, arus yang melewati suatu rangkaian akan kecil, jika tegangan listrik yang diberikan didalam satu rangkaian itu kecil dan resistansi didalam rangkaian itu besar.

Hukum ohm ini dinyatakan juga dengan rumus segitiga. Perhatikan pada gambar berikut:


Untuk mendapatkan nilai tegangan (V), rumusnya adalah:

V = I x R atau V (tegangan) = I (arus) dikali R (resistansi)

Untuk mendapatkan nilai arus (I), rumusnya adalah:

I = V / R atau I (arus) = V (tegangan) dibagi R (resistansi)

Untuk mendapatkan nilai resistansi, rumusnya adalah:

R = V / I atau R (resistansi ) = V (tegangan) dibagi I (arus)

Rumus diatas merupakan rumus paling dasar untuk memahami suatu keadaan listrik. Hampir semua rangkaian elektronik menggunakan rumus ini. Sebagai contoh penggunaan dasar perhitungan menggunakan rumus ini adalah menghitung sebuah resistansi yang digunakan untuk menghidupkan sebuah lampu LED. Perhatikan gambar berikut:


Lihat pada gambar diatas, gambar (a) merupakan contoh objek nyata dan gambar (b) merupakan skematik rangkaiannya. Kita tidak bisa menghubungkan LED langsung ke baterai 9V karena dapat menyebabkan LED terbakar. LED punya yang namanya tegangan drop, yaitu tegangan kerja untuk menyalakan LED.

Umumnya tegangan kerja atau tegangan drop ini bernilai 2 Volt dan arus yang dibutuhkan adalah 20mA. Jika diberikan tegangan 9V, arus yang mengalir akan besar yang dapat menyebabkan filament semikonduktor LED akan terbakar dan putus. Untuk mengatasi ini digunakan sebuah Resistor yang akan menghambat arus listrik yang mengalir. Karena kita ingin mencari nilai resistansi, kita akan menggunakan rumus :

R = V / I atau R (resistansi ) = V (tegangan) dibagi I (arus)

R = (Vsumber – Vdrop) / I

R = (9V – 2V) / 20mA

R = 7V / 20mA

R = 7V / 0,02A = 350 Ohm

Jadi, resistansi yang baik untuk digunakan pada LED tersebut adalah resistor dengan nilai resistansi 350 Ohm. Namun dipasaran saya belum pernah menemukan nilai resistansi ini, jadi dapat digantikan dengan nilai resistansi 330 Ohm. Perhatikan pada gambar (a), resistor terdiri atas beberapa gelang warna. Jika teman-teman ingin belajar ttg kode warna ini,silahkan baca Nilai Resistansi Kode Warna Resistor.

Post a Comment for "Penjelasan Singkat Hukum Ohm"