Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget HTML #1

Pengertian Kapasitor dan fungsinya dalam Elektronika

Pengertian Kapasitor dan fungsinya

Pengertian Kapasitor dan fungsinya dalam Elektronika - Kapasitor adalah salah satu komponen elektronik yang mampu menyimpan muatan listrik. Jika teman-teman belum mengerti apa itu muatan listrik, silahkan baca Penjelasan Arus Listrik.
 
Kapasitor termasuk komponen pasif, artinya untuk bekerja tidak diperlukan energi dari komponen lain. Adapun simbol dari kapasitor di tunjukkan seperti pada gambar dibawah ini. 
 
Pada gambar (a) adalah simbol untuk kapasitor non-polarisasi dan gambar (b) untuk kapasitor yang memiliki polarisasi tegangan ( + dan -).
 
Umumnya kapasitor terbuat dari dua lembaran konduktor yang dipisahkan oleh sebuah bahan isolasi. Bahan isolasi (isolator) adalah bahan yang tidak dapat menghantarkan listrik.
 
Contohnya;
  • Udara
  • Kaca
  • Fiber
  • Mika
  • Keramik
 
Bahan isolasi ini pada kapasitor disebut juga sebagai bahan Dielektrik.
 

A. Fungsi Kapasitor

Didalam rangkaian elektronik, kapasitor memiliki fungsi utama yaitu:
  1. Penyaring atau Filter pada Power Supply
  2. Menyambung saluran Daya atau Power Line Decoupling
  3. Menahan Tegangan DC dan Melewatkan Tegangan AC
  4. Penyimpan Energi  Listrik
  5. Penyaring sinyal
 
 

B. Tipe Kapasitor

Berdasarkan bahan dielektrik, kapasitor dibagi menjadi:
  • Kapasitor Elektrolit
  • Kapasitor Keramik
  • Kapasitor Plastik Film
  • Kapasitor Variable
  • Kapasitor Tantalum
  • Kapasitor Mika
 
 

C. Bagaimana kapasitor bekerja?

Ketika lembaran konduktor kapasitor terhubung ke sumber tegangan DC, maka muatan listrik DC akan masuk dan tersimpan ke kapasitor. Rasio banyaknya muatan listrik yang dapat tersimpan pada kapasitor disebut dengan kapasitasi.
 
Kapasitor dapat menyimpan muatan listrik dalam waktu yang lama setelah tegangan DC terlepas dari kaki kapasitor. Mohon berhati-hati, bisa kesetrum!. Semakin tinggi nilai kapasitansi, semakin tinggi pula kekuatan setrumnya.
 
Kapasitansi ini diukur dengan farad (diambil dari nama penemunya, Michael Faraday), yang mana Kapasitas 1 Farad itu diartikan ketika suatu kapasitor dapat menampung arus 1A pada tegangan 1V.
 
1 Ampere adalah 1 Coloumb per detik. Baca kembali Penjelasan Arus Listrik untuk memahami apa yang di sebut couloumb ini. 1 Farad = 1 Coulomb / 1 Volt
 

D. Rumus Kapasitansi Kapasitor

Berikut adalah rumus dasar untuk menghitung kapasitansi  ini:
 
C = Q / V atau C (kapasitansi) = Q (muatan listrik) dibagi V (tegangan)
 
dan
 
Q = V x C atau Q (muatan listrik) = V (tegangan) dikali C (kapasitansi)
 
dan
 
V = Q / C atau V (tegangan) = Q (muatan listrik) dibagi C (kapasitansi)
 
Keterangan:
- C = Kapasitansi (F)
- Q = Coulomb(C)
- V = Voltage(V)
 

E. Unit Kapasitansi Kapasitor

Unit atau satuan kapasitansi adalah Farad “F”, namun pada komponen elektronik sangat jarang ditemukan kapasitor yang memiliki nilai 1 Farad, melainkan piko Farad, nano Farad, mikro Farad dan miliFarad.
 
Silahkan lihat berikut untuk perbandingan nilainya.
1 F = 1.000 mF
1 F = 1.000.000 uF
1 F = 1.000.000.000 nF
1 F = 1.000.000.000.000 pF
 
Jika ingin conversi, silahkan gunakan kalkulator Kapasitansi di sini.
Semoga bermanfaat.

Post a Comment for "Pengertian Kapasitor dan fungsinya dalam Elektronika"