Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Arus Listrik Mengalir Dari Plus ke Minus atau Minus ke Plus?

Arus Listrik Mengalir – Salah satu syarat untuk bisa memahami listrik adalah mengetahui bagaimana arus listrik bekerja. Seringkali praktisi listrik atau elektronik bahkan akademisi bingung bagaimana arah pergerakan listrik itu, apakah listrik bergerak dari + ke – atau sebaliknya?

Arus Konvensional dan Arus Elektron

Umumnya sering kita dapatkan di lapangan bahwa orang-orang mengatakan listrik mengalir dari Plus ke Minus. Istilah ini jika kita belajar ilmu listrik di sebut Arus Konvensional. Adapula yang mengatakan listrik mengalir dari Minus ke Plus. Ini adalah istilah untuk arus elektron.

Tahun 1750 Franklin, seorang Ilmuan mengemukakan teori aliran listriknya dengan menyamakan seperti cairan, namun cairan yang tidak dapat di lihat mata. Jika suatu wadah yang di isikan air melebihi dari kapasitas normalnya, maka wadah ini di sebut memiliki kapasitas positif. Jika suatu wadah di isikan air kurang dari kapasitas normalnya, maka wadah ini di sebut memiliki kapasitas negatif. Air yang berlebih di suatu wadah sudah tentu akan mengalir ke wadah yang berisikan air yang kurang. Dari keadaan ini, Ilmuan Franklin menyimpulkan bahwa muatan listrik mengalir dari positif ke negatif yang di kenal dengan istilah Arus Konvensional. Teori ini digunakan dari abad ke 18 sampai 19 pada percobaan-percobaan yang dilakukan pada masa itu, hingga pada tahun 1750 sampai 1897, konsep-konsep dan rumus berpatokan pada teori tersebut.

Pada tahun 1897, ilmuan bernama Thomson menemukan Elektron, yaitu partikel terkecil dari sebuah zat. Ia mengemukakan bahwa elektron ini bermuatan negatif. Setiap benda tersusun oleh atom-atom yang sangat banyak. Sebuah atom tersusun dari elektron dan proton. Susunan elektron dan proton pada sebuah atom persis seperti susunan planet terhadap matahari. Sebuah planet mengelilingi matahari, ia pasti berjalan pada lintasannya. Contohnya, yang terdekat dengan matahari pada Lintasan 1 adalah Merkurius, Lintasan 2 adalah Venus, dan Lintasan 3 adalah Bumi dan seterusnya. Mereka saling berjalan pada lintasannya sendiri. Jika sebuah atom, elektron-elektron akan mengitari intinya (proton). Setiap elektron juga memiliki lintasannya atau orbitnya persis seperti sebuah planet. Lintasan ini disebut sesuai dengan jaraknya terhadap inti, Lintasan 1, Lintasan 2, Lintasan 3 dan seterusnya.

Sebuah atom tembaga memiliki jumlah elektron sebanyak 29 elektron dan proton sebanyak 29 proton. Di karenakan sebuah atom memiliki lintasan-lintasanya, maka 28 elektron terdapat pada lintasan yang dekat dengan inti (proton) serta memiliki daya tarik yang kuat terhadap inti. 1 elektron berada pada lintasan terluar atau di sebut dengan lintasan Valensi. Karena jarak lintasan terluar ini jauh, maka gaya tarik terhadap inti menjadi lemah. akibatnya satu elektron ini mudah terlepas jika terkena daya tarik dari luar. Jika elektron ini lepas dari lintasanya, maka elektron ini di sebut dengan elektron bebas atau free electron.

Sebuah tembaga tersusun oleh banyaknya atom. Maka jika tembaga di berikan medan listrik, elektron-elektron pada lintasan terluar dari atom sangat mudah berpindah dari atom satu ke atom lainnya.  Misalnya, Sebuah tembaga yang memiliki panjang 1 meter, kita beri tanda, awal tembaga kita sebut tiik “A” dan ujung tembaga kita sebut titik “B”. Jika titik A di berikan medan listrik, maka elektron-elektron yang berada pada lintasan terluar itu terlepas dan akan berpindah dari atom asalnya ke atom sebelahnya. Elektron yang berada dari atom sebelahnya akan berpindah ke atom sebelahnya lagi sampai seterusnya atom bebas ini menuju titik B. Dari keadaan ini dikatakan bahwa arus listrik telah mengalir dari titik A ke titik B. Nah, dari ini dapat di simpulkan bahwa listrik sebenarnya bergerak dari negatif ke posisif kerena elektron lah yang bergerak.

Dari penjelasan ini, mengapa masih banyak orang yang mengatakan listrik itu mengalir dari positif ke negatif? bahkan seorang guru atau dosen memberikan pernyataan yang sama? mereka lebih menyukai mengatakan listrik mengalir dari positif ke negatif? Jika anda melihat kembali penjelasan pergerakan elektron dari sebuah tembaga, titik A ke B. Elektron akan mengalir cepat dari titik A ke B, karena elektron ini bergerak sangat cepat, maka seakan-akan, inti atom ini akan bergerak dari B ke A, terbalik dari arah elektron ini. Tidak ada masalah jika anda juga mengatakan listrik bergerak dari positif ke negatif.

Nah untuk membedakan arah arus ini pada rangkaian listrik, maka arus elektron di tandai dengan arah garis putus-putus, sedangkan arus konvensional di tandai dengan arah panah garis normal.

Post a Comment for "Arus Listrik Mengalir Dari Plus ke Minus atau Minus ke Plus?"